Solidaritas Anak Mbaham Matta Dari Tanjung Besi Karas Pulau Tiga Sampai Wamosan 2019.

Solidaritas Anak Mbaham Matta Dari Tanjung Besi Karas Pulau Tiga Sampai Wamosan 2019.

Fakfak Papua Barat, – Bertempat di halaman kantor Pemda Kabupaten Fakfak saya Rudi Patiran, S.IP dan kawan-kawan selaku penanggung jawab anak asli pribumi yang tergabung dalam solidaritas Anak Mbham Matta dari, Karas sampai Wamosan.Ujar Rudi Patiran, S.IP selaku penanggung jawab saat ditemui Wartawan di halaman Pemda Fakfak Rabu Siang (13/3/2019) Wit mengatakan.

Pernyataan sikap apresiasi yang kami sampaikan pada hari ini adalah upaya pernyataan Sikap apresiasi yang di tujukan kepada Bupati Fakfak DR.Mohammad Uswanas, MS.i terkait penerimaan CPNS 2019 dimana kami.

Sebagai Anak Mbham Matta perluh menyampaikan bahwa upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Bupati Fakfak, DPR Provinsi Papua Barat, MRP Provinsi Papua Barat ,Beserta Para Bupati Se-Provinsi Papua Barat, Gubernur Papua Barat yang mana telah berkoordinasi bersama Bapak Presiden Republik Indonesia .Ujar Rudy Patiran, S.IP.

Juga dapat kami sampaikan bahwa pemerintah Kabupaten Fakfak dalam hal ini telah mengupayakan Formasi CPNS 2019.

Lebih dikhususkan kepada pihak terkait agar tidak mengulangi kejadian -kejadian yang merugikan kami Anak-anak Mbham Matta dari Karas sampai Wamosan yang mana mengingat kejadian tahun 2013.Ungkap Rudy Patiran.

Perlu kami sampaikan kepada badan kepegawaian daerah agar tidak mengulangi kejadian-kejadian seperti yang sudah-sudah.

Saya selaku penanggung jawab Rudi Patiran,S.IP dan Kawan-kawan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati Fakfak DR.Mohammad Uswanas,MS.i yang telah berupaya melaksanakan UngkapNya.

Sehingga kami Kabupaten Fakfak telah mendapatkan kuota yang mana dalam beberapa hari ke depan dapat mengikuti pemberkasan dan juga mengikuti tes.

Yang mana juga selaku Asisten II Kabupaten Fakfak Bapak Carles Kambu saat ditemui Wartawan Mengatakan.

Permintaan 2 Gubernur adalah 80-20% diPapua itu diminta 80% diambil dari Gunung dan Pantai,kalau kita di Fakfak Papua Barat tidak tetap mengunakan orang asli Papua.

20% itu untuk anak-anak kita yang lahir di sini dan sudah lama di Papua Barat mereka yang orang tuanya mengabdi disini( Fakfak) itu yang 20%.

Ketika ditanya terkait degan Nilai tidak maksimal Tutur Bapak Carles Kambu Selaku Asisten II Kabupaten Fakfak.Mengatakan

Tidak dengan batas nilai mereka yang server dari badan kepegawaian negara setelah itu, nilai tersebut dipastikan lagi oleh Gubernur dan Kepala Kepegawaian Provinsi untuk dapat dipastikan atau memberikan nilai yang lulus dari data yang di lihat bahwa ini orang asli Papua atau tidak.

Maka harus di patok sebab itu diminta KTP,Kartu Keluarga dan Pas Foto itu yang harus di perlihatkan bahwa benar dia orang Papua atau tidak.

Untuk 80% siapapun dia namanya tetapi yang jelas dia punya muka hitam,rambut keriting atau pernakan silahkan.

Tetapi yang bapak,mama Papua atau mereka yang di akui Adat,dan lahir di Fakfak akan kami teruskan ke Bupati Fakfak (Amatus Rahakbauw)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan